Langsung ke konten utama

Postingan

upaya pencegahan diri dari bahaya narkoba

Zat adiktif dan psikotropika akan memberikan manfaat jika dipakai untuk tujuan yang benar, misalnya untuk tujuan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan. Dalam bidang kedokteran, misalnya satu jenis narkotika diberikan kepada pasien yang menderita rasa sakit luar biasa karena suatu penyakit atau setelah menjalani suatu operasi. Contoh lain, satu zat jenis psikotropika diberikan kepada pasien penderita gangguan jiwa yang sedang mengamuk dan tak dapat ditenangkan dengan caracara lain. Jika pemakaian zat adiktif dan psikotropika dipakai di luar tujuan yang benar, itu sudah termasuk penyalahgunaan dan harus diupayakan pencegahannya. Penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika sangat berbahaya bagi diri sendiri, keluarga, maupun kehidupan sosial di sekitar kita. Dampak negatif pemakaian zat adiktif dan psikotropika pada diri sendiri, yaitu rusaknya sel saraf, menimbulkan ketergantungan, perubahan tingkah laku, dan menimbulkan penyakit (jantung, radang lambung dan hati, merusak pankreas,...

Dampak Penggunaan Zat Adiktif bagi Kesehatan

DAMPAK PENGGUNAAN ZAT  ADIKTIF BAGI KESEHATAN  Zat adiktif adalah istilah untuk zat-zat yang pemakaiannya dapat menimbulkan ketergantungan fisik yang kuat dan ketergantungan psikologis yang panjang (drug dependence). Kelompok zat adiktif adalah narkotika (zat atau obat yang berasal dari tanaman) atau bukan tanaman, baik sintetik maupun semisintetik, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Jenis zat adiktif yaitu : Zat adiktif memiliki beberapa dampak penggunaan oleh manusia yang dapat dibagi menjadi 3,yaitu dampak kesehatan,dampak sosial,dan dampak ekonomi. Dampak kesehatan yaitu sebagai berikut;  Dampak kesehatan akibat penggunaan zat adiktif dan psikotropika. 1.          Mengurangi kemampuan darah dalam menyimpan oksigen karena zat         ini mengandung racun yang berbahaya. ...

Jenis-jenis Zat Adiktif

Pengertian Zat Adiktif Sebelum membahas lebih jauh tentang macam-macam mauopun dampak yang bisa di timbulkan oleh zat adiktif, tentu saja sangat penting untuk mengenal definisinya terlebih dahulu. Dalam hal ini zat adiktif secara bahasan berasal dari dua kata yakni zat dan adiktif. Jika di gabungkan menjadi zat adiktif maka bisa di maknai sebagai zat yang bersifat adiktif . Namun, zat adiktif ini bukanlah sebuah sifat melainkan nama. Jadi, kumpulan zat-zat yang memiliki efek masing-masing untuk tubuh ini memiliki nama sebagai zat adiktif. Namun zat adiktif ini memiliki kriteria yang berbeda antata satu dengan yang lainnya. Ada yang risikonya tinggi dan ada yang rendah. Secara lebih jelas, zat adiktif di pahami sebagai zat yang biasanya di tambahkan dalam berbagai resep. Baik itu minuman, makanan maupun lainnya sehingga bisa masuk dalam tubuh. Zat adiktif ini tergolong zat yang cukup berbahaya. Apalagi jika tidak di konsumsi sesuai kadarnya. Pada akhirnya, mengkonsumsi zat ...

pengemulsi

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI  No.722/Menkes/Per/IX/1988 tentang  Bahan tambahan makanan, Pengemulsi, pemantap, dan pengental adalah bahan tambahan makanan yang dapat membantu terbentuknya atau memantapkan sistem dispersi yang homogeny pada makanan. Emulsi adalah  suatu sistem yang terdiri dari dua fase cairan yang tidak saling melarut, di mana salah satu cairan terdispersi dalam bentuk globula-globula di dalam cairan lainnya.   Cairan yang terpecah menjadi globula-globula dinamakan fase terdispersi, sedangkan cairan yang mengelilingi globula-globula dinamakan fase kontinyu atau medium dispersi Istilah  p engemulsi   (emulsifier) atau surfaktan dalam beberapa hal kurang tepat. Alasannya,  bahan ini dapat melakukan beberapa fungsi yang pada beberapa jenis produk tidak berkaitan langsung dengan pembentukan emulsi sama sekali. a.        Fungsi-fungsi  pengemulsi  pangan dapat dikelompokkan menjad...

Pengental

Pengental  yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan  air , sehingga membentuk kekentalan tertentu.  Pengental  makanan lebih dikenal dengan sebutan Emulsifier.   Pengental   makanan juga termasuk salah satu dari berbagai macam zat aditif. Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan atau dicampurkan terhadap makanan untuk menciptakan citarasa atau mutu yang lebih baik. Pengental   makanan juga merupakan bahan tambahan pangan yang aman menurut SK Menkes no.722/Menkes/Per/IX/88. Untuk proses pengentalan bahan pangan cair dapat digunakan  hidrokoloid, gumi dan bahan polimer sintetis . Bahan Pengental ini seperti  karagenan, agar, pectin, gum arab, CMC . Sumber:  http://novianasusilawati.blogspot.com/2014/07/bab-i-pendahuluan-a.html

Pemberi aroma

Pemberi aroma adalah zat yang memberikan aroma tertentu pada makanan atau minuman. Pemberi aroma dibagi menjadi dua, berdasarkan asal zat penyusunnya, yaitu: Pemberi aroma alami Pemberi aroma alami yang terbuat dari bahan alami seperti tumbuhan dan rempah-rempah. Contohnya minyak atsiri dan vanili Pemberi aroma buatan Pemberi aroma buatan yang terbuat dari zat kimia yang diizinkan. Contohnya Bahan Aroma Bahan Aroma Amil asetat Pisang ambon Vanilin Vanili Amil kaproat Apel Metil antranilat Anggur Nanas Etil butirat sumber:

Penyedap

Penambahan penyedap rasa bertujuan untuk memperkaya rasa pada makanan dan memberi rasa pada makanan yang tidak mempunyai rasa, seperti es krim dan jelly. Penyedap rasa alami sudah dipakai sejak zaman dahulu, misalnya adalah garam, gula, bumbu, cuka, rempah-rempah, bawang dan lain-lain. Untuk menguatkan atau mempertegas rasa sebagian bahan makanan, misalnya daging, sayur, mie, ikan, dan juga hidangan lainnya dipakai penyedap rasa sinteteis seperti MSG (monosidium glutamate) atau vetsin. Pemberian 0,1% MSG sudah bisa meningkatkan rasa suatu makanan menjadi lebih sedap. Pemakaian MSG yang berlebih dapat mengakibatkan sesak nafas, pusing sakit dada, dan mudah letih. Gejala penyakit ini dsebut dengan Chinese Restaurant Syndrome. Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/10/pengertian-zat-aditif-pada-makanan-sifat-macam-macam-dampak-penggunaan.html